Pages

Tampilkan postingan dengan label habituasi sejuta cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label habituasi sejuta cinta. Tampilkan semua postingan

Habituasi Sejuta Cinta (Sinergi Dalam Kemanfaatan)

Jumat, 21 Februari 2020

Pada materi keempat ini, kami diminta untuk membuat konsep aktivitas sosial yang perlu sinergi dengan orang lain.  Bisa dengan keluarga, teman, tetangga, lingkungan, komunitas, dll

Aktivitas atau kegiatan ini sebenarnya bukan pure dari saya, tetapi kegiatan  yang sudah pernah ada di lingkungan saya namun sekarang terhenti karena adanya beberapa kendala. 

Nama Kegiatan : Bank Sampah
Tujuan : Meminimalisir sampah terbuang, memanfaatkan sampah yang masih bisa dipakai untuk didaur ulang. 
Target kegiatan : Sosialisasi untuk memilah sampah, sampah yang masih didaur ulang seperti plastik, botol, kardus, bisa dikumpulkan berdasarkan kategorinya. Dikoordinir untuk dikelola di Bank Sampah
Peran pihak yang terlibat: Dimulai dari lingkup keluarga dahulu yaitu menyediakan minimal 3 tempat sampah untuk sampah organik (yang akhirnya akan dibuang), sampah plastik, sampah kertas. Kemudian adanya tempat pengelolaan, seperti yang terjadi di lingkungan saya, belum ada tempat penampungan sementara samping pihak bank sampah yang bertugas mengambil sampah datang sehingga akhirnya kegiatan ini sekarang terhenti. Diperlukan kerjasama dan kesepakatan warga untuk menentukan pihak-pihak yang mengkoordinir dan tempat penampungan sementara. Selain itu mensosialisasikan ke setiap keluarga tentang pemilahan sampah, sampah disetorkan per kantong sesuai kategori, dll. 


#materi
#empati
#charity
#filantropi
#sustainability
#habituasisejutacinta
#SejutaCinta
#IbuProfesional

Habituasi Sejuta Cinta #3 (Sustainability)

Sabtu, 15 Februari 2020

Apa yang sudah dan akan kamu lakukan untuk mengubah pola kehidupanmu terkait social 
sustainabilty?
Kegiatan ini sebenarnya dimulai dari lingkungan RT saya yaitu mengenai pengelolaan sampah. Sayangnya kegiatan ini kemudian berhenti untuk lingkup RT. Jadi semula, setiap minggu kami menabung sampah. Sampah rumah tangga dipilah menjadi kategori sampah plastik, kertas, dan botol. Kemudian akan ditimbang dan dihitung nilainya untuk dicatat di buku tabungan. 

Meskipun kegiatan ini awalnya dari himbauan ibu RT akhirnya di rumah sekeluarga menerapkan yang saya ajarkan. Saya sediakan 3 tempat sampah, 1 sampah organik yang akan dibuang di tempat sampah besar dan akan diangkut oleh petugas kebersihan, 1 untuk sampah aneka plastik dan botol, dan 1 lagi sampah kertas dan kardus. 

Karena kegiatan menabung sampah terhenti, sementara ini akhirnya sampah-sampah plastik diberdayakan suami untuk dijadikan ecobrick. Sementara sampah kardus dan kertas bersih diberikan ke tukang rongsok. 


2. Identifikasi perilaku sosial masyarakat di daerah tempat tinggal mu, dengan acuan seperti yang disebut dalam poin 1 di materi. 
Sebenarnya ketika ada bank sampah dahulu dimulai, banyak warga yang ikut berpatisipasi, semkin banyak yang sadar untuk mengelola sampah. Sayang nya, sekarang sudah berhenti karena belum ada pengelolaannya lagi. 


3. Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubah perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik?
Sejauh ini peran saya belum banyak terlibat, hanya mengkampanyekan di lingkungan terdekat seperti suami anak dan orang tua untuk memilah sampah dan meminimalisir adanya sampah. 

Kota Udang, Sabtu 15 Februari 2020

#materi3
#empathy
#charity
#filantropi
#sustainability
#kelashabituasisejutacinta
#ibuprofesional

Habituasi Sejuta Cinta #2 (Charity & Filantropi

Sabtu, 08 Februari 2020


Bazma (Baituzzakah Pertamina) adalah lembaga sosial dengan dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf (Zikwaf). 

Sependek yang saya tahu merupakan lembaga sosial yang kegiatannya merupakan charity maupun filantropi. Kegiatan charity nya misalnya berupa pemberian bingkisan dan santunan kepada anak yatim, sedangkan untuk kegiatan yang bersifat filantropi ada beasiswa bazma.  

Note: Seluruh informasi tentang Bazma ini saya dapat dari media sosial resmi Bazma. 

#materi2
#empati
#charity
#filantropi
#HabituasiSejutaCinta
#SejutaCinta
#IbuProfesional

Habituasi Sejuta Cinta #1 (Empati)

Minggu, 02 Februari 2020

Ada kelas baru lagi nih di IIP, jadi beberapa hari lalu ada pembagian lagi, bebas memilih komunitas atau habituasi sejuta cinta. Saya memilih habituasi sejuta cinta. 

Pada materi yang pertama, yang dibahas ada lah Empati. Kami mendapatkan video tentang kejadian sehari-hari yang menunjukkan empati kepada yang lain. Tugas kami yang mengikuti materi ini adalah lakukan 3 kebaikan kepada 3 orang berbeda. 

1. Membuat bubur ayam
Sepertinya materi bubur eh topik bubur sedang hangat dibicarakan di keluarga saya. Dari yang ingin jualan bubur sampai anak saya yang tiap lihat slow cooker selalu bilang minta dibuatkan bubur. Akhirnya saya untuk pertama kalinya membuat bubur ayam, rintangan-rintangan sampai membuat hampir menyerah, dari yang pesan kacang kedelai tapi dibawakan kacang tanah, muter-muter nyari penjual cakwe yang memang jarang ada dan hasilnya nihil. Akhirnya dengan ubarampe yang ada jadilah bubur ayam ala saya. Alhamdulillah semua suka apalagi anak saya bilang enak dan nambah berulang-ulang. Happy!! 

2. Membantu tugas teman.
Ada seorang teman yang saya kenal sejak kelas matrikulasi, sebenarnya kami tak terlalu akrab awalnya, tapi sejak di kelas bunda sayang, kami jadi lumayan dekat karena saling mengingatkan dan menyemangati agar bisa menyelesaikan tugas. Di kelas bunda cekatan ini kami terpisah, beda regional, tapi kami masih saling membantu. Diskusi dan berbagi info. Kebetulan di kelas saya info-info dari pusat tersaji dengan cepat karena kahimanya beneran cekatan, jadi ketika teman saya membutuhkan bantuan informasi untuk tugas saya  bisa sharing. Rasanya senang sekali membantu teman seperjuangan, saya berharap kami bisa lulus kelas bunda cekatan pun bersama-sama. 

3. Merapikan peralatan sisa makan di foodcourt
Selain mungkin karena saya termasuk ibu-ibu OCD alias ga bisa lihat barang kotor dan berserakan, sebenarnya ini adalah kebiasaan yang sudah kami sekeluarga setiap kami makan, entah di restoran, foodcourt, atau bahkan warung pinggir jalan. Merapikan peralatan makan dan sampah dari kami, untuk apa? Memudahkan mereka yang bertugas membersihkan. Biasanya setelah makan piring, mangkok, gelas, semua sampah seperti tisu, sedotan, kami tumpuk di tengah meja, bekas meja yang basah dan kotor di lap pakai tisu. Jadi petugas yang membersihkan tinggal angkut. Saya hanya membayangkan seandainya jadi mereka yang bertugas membersihkan, dengan kita berbuat seperti itu tentu bisa sedikit memudahkan dan meringankan beban pekerjaan mereka. Hal ini juga biasa saya lakukan ketika menonton bioskop. Bawa sisa sampah dan jangan makan berantakan. ❤


Kota Mangga, Ahad 2 02 2020
#materi1
#empati
#habituasisejutacinta
#ibuprofesional
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS